Kabel UTP
Kabel UTP itu adalah kabel khusus yang digunakan untuk transmisi data. UTP singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik.Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral atau saling berlilitan dan dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh pasangan-pasangan dawai,untuk membatasi degradasi sinyal yang disebabkan oleh EMI dan RFI.
UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100 Ohm. Karena UTP memiliki diameter eksternal 0.43 cm, hal ini menjadikan UTP mudah saat instalasi.UTP juga mensupport arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat popular.
Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang,ukurannya kecil, juga harganya lebih murah jika dibandingkan dengan media lain. Satu kekurangan dari kabel UTP adalah rentan terhadap efek interferensi elektris/elektromagnetik yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di sekelilingnya.
Meski begitu,pada prakteknya banyak para administrator jaringan banyak menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan.
Di dalam kabel UTP ini ada 8 buah kabel, namun hanya 4 buah saja yang digunakan untuk instalasi jaringan dan juga untuk mengirim dan menerima data (Ethernet).Perangkatperangkat lain yang berkenaan dengan penggunaan jenis kabel ini adalah konektor RJ-45 dan HUB.
Standar EIA/TIA 568 menjelaskan spesifikasi kabel UTP sebagai aturan dalam instalasi jaringan computer. EIA/TIA mengunakan istilah kategori untuk membedakan beberapa tipe kabel UTP,kategori untuk twisted pair ,yaitu :
Kategori Kabel UTP
- UTP Categori 1(CAT1)
Analog.Biasanya digunakan di perangkat teleponpada jalur ISDN (Integrated Service Digital Network), juga untuk menghubungkan modem dengan line telepon.
- UTP Categori 2 (CAT2)
Bisa mencapai 1 Mbits (sering digunakan pada topologi token ring)
- UTP/STP Categori 3(CAT3)
16 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi token ring atau 10BaseT)
- UTP/STP Categori 4 (CAT4)
20 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi token ring)
- UTP/STP Categori 5 (CAT5)
Bisa mencapai 100 Mbits data transfer/22db (sering digunakan pada topologi star)
- UTP/STP Categori 5 Enhanced (CAT5e)
1 Gigabit Ethernet, jarak 100m,terdiri dari 4 pasang kabel tembaga yang tiaa pasangnya di-plintir (sering digunakan pada topologi token ring 16 Mbps, Ethernet 10 Mbps, atau pada Fast Ethernet 100Mbps)
- UTP/STP Categori 6 (CAT6)
2,5 Gigabit Ethernet, menjangkau jarak hingga 100m atau 10Gbps up to 25 m, 20,2 db (Gigabit Ethernet) Up to 155 MHz atau 250 MHz
- UTP/STP Categori 7 (CAT7)
Gigabit Ethernet/20,8 db (Gigabit Ethernet) up to 200 MHz atau 700 MHz
Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6/7 merupakan kategori spesifikasi untuk masingmasing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut dan juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antarkabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa).
Perlu diperhatikan pula,spesifikasi antara CAT5 dan CAT5enhanced(CAT5e) mempunyai standar industri yang sama, namun CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAR5e bisa digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.
Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan local, ditambah satu jenis pemasangan khusus untuk cisco router, yakni :
~ Pemasangan Lurus (Straight Through Cable)
~ Pemasangan Menyilang (Cross Over Cable), dan
~ Pemasangan rol/melingkar (Roll Over Cable)
- Straight Through Cable
Jenis ini digunakan untuk menhubungkan beberapa unit komputer melalui perantara HUB/Switch yang berfunsi sebagai konsentrator maupun repeater. Pengunaan kabel UTP model straight through pada jaringan lokal biasanya akan membentuk topoloi star (bintang) atau tree (pohon) dengan HUB/switch sebagai pusatnya. Jika sebuah HUB/switch tidak berfungsi,maka seluruh kompter yan terhubung denan HUB tersebut tidak dapat saling berhubungan.
Pengunaan HUB harus sesuai dengan kecepatan dari Ethernet Card yang digunakan pada masing-masing komputer.
- Cross Over Cable
Berbeda dengan pemasangan kabel lurus (straight through) ,pengunaan kabel menyilan ini digunakan untuk komunikasi antar komputer (langsugn tanpa HUB), atau dapat juga digunakan untuk meng-cascade HUB jika diperlukan. Sekarang ini ada beberapa jenis HUB yan dapat di-cascade tanpa harus mengunakan kabel menyilang (cross over),tetapi juga dapat menggunakan kabel lurus.
- Roll Over Cable
Pada sisttem CISCO,ada satu cara lain pemasangan kabel UTP yang digunakan untuk menghubungkan sebuah terminal dan modem Cisco Router seri 2500 Access Server. cara ini disebut dengan Roll-Over. Kabel Roll-Over tersebut sebelumnya terkoneksi dengan DB-25 Adapter.
Untuk mengenali sebuah kabel roll-over adalah dengan melihat kedua ujung kabel. Warna kabel dari sisi yang satu akan berbalik pada sisi kabel di jung yang lain. Misalnya kabel putih orane yan berada pada pin 1 ujung kabel A akan berada pada pin 8 ujung kabel B.
PERANGKAT LAIN YANG BERHUBUNGAN
- MODEM
Modem merupakan device yang mampu menbuat computer terkoneksi internet melalui line telepon standar. Modem banyak digunakan computer-komputer rumah dan jaringan sederhana untuk dapat berkomunikasi dengan jutaan komputer lain dalam lalu lintas Internet.
Kata modem itu sendiri merupakan kependekan dari modulator/demodulator. Ini berarti modem bekerja mengkonversi informasi digital dari computer ke bentuk sinyal analog yang ditransmisikan melalui line telepon. Modem (pada computer penerima) selanjutnya mengkonversi ulang sinyal analog ke sinyal digital.
Ditinjau dari sisi hardware, terdapat dua jenis modem popular yakni modem eksternal dan modem internal. Sesuai dengan namanya, modem eksternal adalah jenis modem yang perangakatfisiknya terpisah dari computer (CPU). Sebaliknya, modem internal adalah jenis modem yang disertakan satu paket dengan CPU computer.
Modem sangat cocok untuk koneksi internet computer-komputer individual dan jaringan sederhana (yang memiliki jumlah PC tidak bagitu banyak), sedang koneksi
internet untuk jaringan-jaringan skala besaar-menengah, memakai teknologi wireless merupakan solusi yang lebih reliable.
- HUB
Untuk menghubungkan dua computer atau lebih atau ketika ingin membangun sebuah jaringan sederhana, sering dihadapkan pada dua pilihan : apakah menggunakan HUB atau tidak. HUB memang tidak selamanya harus diikutkan dalam membangun jaringan. Jika kabel jaringan yang dipakai berjernis coaxial atau coax, HUB tidak dibutuhkan. Namun jika kabel jaringan berjenis UTP, HUB mutlak diperlukan untuk jumlah klien tiga PC atau lebih.
Secara fisik HUB berbentuk kotak kecil persegi panjang. HUB berfuingsi menghubungkan computer-komputer atau device-device jaringan lainnya, sehingga dapat membentuk satu segment jaringan. Melalui HUB, setiap computer dapat saling berkomunikasi secara langsung.
Kebanyakan HUB yang diproduksi saat ini men-support card jaringan (Ethernet) standar. Orang-orang cukupmemasukkan salah satu ujung kabel (yang terpasang konektor RJ-45) ke salah satu port ygn tersedia pada HUB, sedang ujung lannya ke Ethernet card computer.
HUB berbeda dengan modem. Modem diperlukan agar dapat terkoneksi Internet, sedangkan HUB dibutuhkan agar dapat menghubungkan computer-komputer satu sama lain. Jika seseorang memiliki koneksi Internet melalui modem, dia dapatmemakai HUB untuk membuat koneksi tersebut di-sharing oleh semua computer.
HUB-HUB pada awalnya mensupport kecepatan Ethernet 10 Mbps. Namun dewasa ini banyak HUB memiliki kecepatan data 100 Mbps. Beberapa jenis HUB ada yang mensupport dua kecepatan : 10 mbps dan 100 Mbps. Jenis HUB ini dikenal dengan dual-speed hubs.
Secara teknis, terdapt tiga jenis hub yang beredar :
- Passive
- Active
- Intelligent
Passive hub == Hub-hub passive tidak memperkuat sinyal elektrik dari paket-paket data yang masuk.
Active hub == sebaliknya, Hub-hub active akan memperkuat sinyal paket-paket sebelum mereka dilepas ke network. Fungsi ini dilakukan juga oleh device lain yang dinamakan “repeater”.
Intelligent hub == merupakan hub-hub yang memiliki fitur extra dari active hubs, di mana sangat cocok untuk kepentingan bisnis. Sebuah hub yang cerdas secara tipikal men-support manajemen secara remote via SNMP dan virtual LAN (VLAN)
- SWITCH
Switch adalah device sederhana yang juga berfungsi menghubungkan multiple computer pada layer protocol jaringan level dasar.
Switch memang identik dengan hub, tetapi switch umumnya lebih “cerdas” dan memiliki performa tinggi disbanding hub (harganya relative lebih mahal). Secara tipikal, beberapa kelebihan switch di antaranya :
- Mampu menginspeksi paket-paket data yang mereka terima
- Mampu menentukan sumber dan tujuan paket yang melaluinya
- Mampu mem-forward paket-paket dengan tepat
Seperti halnya hub, switch utamanya desajikan unruk Ethernet. Switch memiliki konfigurasi jumlah port yang beragam, mulai dari empat-lima port sampai puluhan port – juga men-support Ethernet kecepatan 10 Mbps, 100 Mbps atau keduanya.
- REPEATER
Repeater bekerja meregenerasi atau memperkuat sinyal-sinyal yan gmasuk. Pada media fisik seperti Ethernet, kualitas transmisi data hanya dapat bertahan dalam range waktu dan jangkauan terbatas, yang selanjutnya mengalami degradasi. Repeater akan berusaha mempertahankan integritas sinyal dan mencegah degradasi sampai paket-paket data menuju tujuan.
Aktualnya, device-device jaringan yang bekerja senagaimana layaknya repeater, seperti active hubs, seringkali disebut “multiport repeaters”.
Adapun kelemahan repeater, perangkat ini tidak dapat melakukan filter traffic jaringan. Data (bits) yang masuk ke salah satu port repeater dikirim ke luar melalui semua port. Dengan demikian data akan tersebar ke segmen-segmen LAN tanpa memperhitungkan apakah data tersebut dibutuhkan atau tidak.
- BRIDGE
Bridge adalah perangkat yang lebih simple dan murah disbanding router. Bridge hanya menyampaikan paket, namun tidak bisa memilah paket-paket mana yang akan disampaikan ke segmen-segmen.
Bridge dapat meningkatkan performa jaringan dengan cara mengeliminasi traffic yang tidak dibutuhkan dan meminimasi peluang-peluang collision. Di samping itu,
bridge dapat membagi-bagi traffic ke segmen-segmen yang ada dan melakukan filtering traffic berdasarkan MAC address.
Berikut ini ringkasan bridge :
� Labih cerdas disbanding hub;mampu menganalisa paket-paket yang masuk dan mem-forward berdasarkan informasi addressing.
� Mengoleksi dan melepas paket-paket di antara dua segmen jaringan
� Mengontrol broadcast ke jaringan
� Merawat address table
- Transparant
- Source Code (teutama digunakan dalam jaringa LAN Token Ring)
- ROUTER
Merupakan perngkat jaringan yang lebih komplek lagi dan lebih mahal dibandingkan elemen-elemen jaringan lainnya.
Router sering digunakan untuk menghubungkan user-user LAN-WAN dengan koneksi intenet. Oleh karena itu user-user seringkali melakukan sharing resource-resource seperti modem, adapter atau account-account ISP, maka router sangat tepat untuk mengatur fungsi-fungsi ini.router adalah device physical yang menyatukan network-network, berada ppada “layer 3 gateway”, yang berarti dapat mengoneksikan jaringan-jaringan sebagaimana layaknya gateway.









0 Responses to Kabel UTP
Post a Comment